Othokothokothokothokothok…begitulah suara unik menggema dari mainan othok-othok yang menjadi icon kontingen Podjok di Karnaval Sepeda pada Acara Munas & Silatnas Kosti 2010 di Surabaya pada hari Sabtu Minggu tanggal 16-17 Oktober lalu. Dengan berkostum surjan khas Jogja, Podjok mengikuti prosesi karnaval dengan sempurna, meskipun beberapa sepeda anggota Podjok sempat mengalami gangguan teknis di jalan. Mainan othok-othok terus dibunyikan di sepanjang jalan sehingga menimbulkan senandung jalanan yang mampu membangkitkan ingatan segar saat masa kecil bermain othok-othok.
Hanya ada satu Podjok Angel yang hadir di Surabaya…
Persiapan menjelang start…tetap gagah meskipun semalaman tidak tidur
]]>Rumah Bale Onthel akhirnya disulap menjadi warung angkringan dengan jajanan geblek, nasi kucing, kacang rebus, tahu isi, rondhe, putu, ayam goreng, rambak, karak, dan tentu saja jenang sunsum.
Bagian halaman depan Bale Onthel juga sekaligus direkayasa sebagai Studio atau Panggung Alam untuk pertunjukan drama theater yang disajikan oleh kelompok Seni Theater Sega Gurih dari ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta.
Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh Kerabat Podjok, namun juga oleh masyarakat Dusun Bantar yang terlihat sangat terhibur dengan atraksi seni budaya dan jamuan makan malam tradisional khas Jogja.
Sebagaimana yang pernah ditulis dalam Blog Opoto oleh Ki Ageng Wongeres, bahwa hanyalah dengan kekuatan “cinta”-lah sehingga Kerabat Podjok bisa mewujudkan segala sesuatunya dengan indah. Alhamdulillah niat tulus untuk kampanye kembali bersepeda demi bumi dan kesehatan telah terlaksana dengan baik dan lancar (Liputan Sahid Nugroho).
#1: Mbah Ngatijo sebagai Tokoh Sesepuh Podjok disuapi jenang sunsum.
#2: Sang Sutradara…
#3: Kerabat Podjok dan warga Bantar menikmati adegan demi adegan…
#4: Penjual Putu juga pakai kostum…
#5: Adegan Batur genit…
#6: Adegan Juragan dan Istri yang sudah di usia senja…
#7: Adegan Juragan merayu Batur yang jinak-jinak merpati…
#8: Adegan Mbok Rondho…
#9: Angkringan Mak Nyus dan Gratis…tis…tis…untuk semua yang hadir…
#10: Chef Samsidi ikut beraksi dengan sajian menu Rondhe dan Aneka Buah…
]]>
Salam sepeda dan salam sedjahtera.
Kami Kerabat Pagoejoeban Onthel Djokdjakarta (PODJOK) dengan ini mengoendang setjara resmi Perkoempoelan-Perkoempoelan Petjinta Sepeda Onthel jang kami muliaken dan banggaken, oentoek berkenan dapatnya hadlir dalam perhelatan Djokdja Onthel Carnival 2010 (DOC 2010) jang akan diadaken pada tanggal 10-11 Djoeli 2010 di Benteng Vredeboerg Djokdjakarta.
o Peserta mendapatken djatah: Kartu Peserta, Pin, dan Sarapan Pagi.
o Pendaftaran peserta paling akhir diterima Sabtoe 11 Djoeli djam 24.00.
· Pindjaman Sepeda Onthel: Rp 50.000,- oentoek paket 2 hari.
· Boersa Sepeda: Rp 10.000,- per sepeda.
· Klithikan Besar dengan tempat djoealan seloeas (3 x 2) m2: Rp 150.000,-
· Klithikan Kecil dengan tempat djoealan seloeas (1,5 x 1) m2: Rp 75.000,-
Sebagai bentuk kemandirian dari sebuah komunitas pecinta sepeda onthel yang independen, Podjok berinisiatif memproduksi dalam jumlah terbatas kaos eksklusif event Djokdja Onthel Carnival 2010. Kaos ini dipersembahkan kepada para kawan, sahabat dan mitra Podjok yang berkenan menjadi donatur untuk memberi simpati pada kampanye kembali bersepeda demi masa depan bumi yang lebih baik. Setiap donasi senilai Rp 250.000,- akan diberikan 1 pieces kaos sebagai simbol apresiasi tulus kami terhadap kedermawanan para donatur. Semoga berkenan, dan bagi yang berminat menjadi donatur dapat menghubungi Panitia Seksi Sponsor/Donasi/Niaga yakni Den Baguse Podjok di 0815-6868-998. Terima kasih.
Ucapan terima kasih kami haturkan kepada para Donatur yang sudah berkenan memberikan sumbangan sebagai berikut:
#1 Laskar Podjok bersiaga di Balai Kota Jogja siap mengawal Walikota ke lokasi acara
#2: Adam SO7 menjadi endorser Program Sega Segawe
Di tahun 2010 ini, kembali Walikota Jogja Bapak Herry Zudianto pada tanggal 28 Februari malam menggelar peringatan momen SO 1 Maret melalui serangan onthel pada malam hari yang diberangkatkan dari Gedung Anim Kotabaru untuk kemudian berkonvoi mengelilingi kota menuju TMP Kusumanegara guna melaksanakan upacara ziarah ke makam Pangsar Jendral Soedirman, dan kemudian disusul penyelenggaraan Pentas Seni Kebudayaan dengan menampilkan Adam SO7 dan Tito Sulistyo. Konvoi sepeda dalam hal ini adalah sebagai bagian dari kampanye Sega Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe) yang dicanangkan Walikota 2 tahun lalu.
#3: Sambutan Walikota pada upacara start
#4: Ribuan pesepeda melewati Tugu Jogja…
Kerabat Podjok kali ini didaulat untuk mendampingi Walikota dan Kapoltabes Jogja Kombes Drs. Ahmad Dofiri berangkat dari Balai Kota Timoho menuju Gedung Anim Kotabaru guna melaksanakan Upacara Start. Di Gedung Anim Kotabaru sudah menunggu ribuan pesepeda Jogja yang berasal dari komunitas B2W, Green Map, Seli, JOC, Pory, dan lainnya. Sungguh luarbiasa heroisme para pejuang lingkungan hidup ini…
#5: Suasana konvoi sepeda…meski sederhana namun sangat luarbiasa artinya.
Dulu para leluhur menyerbu Jogja untuk mempertahankan kemerdekaan negara, dan sekarang, ribuan pesepeda menyerbu Jogja untuk berkampanye kembali bersepeda demi masa depan bumi yang lebih baik…sebuah perjuangan panjang yang harus selalu digelorakan guna merubah gaya hidup masyarakat agar lebih ramah lingkungan……mau? (Liputan Sahid Nugroho)
]]>#1 Suasana Malioboro yang penuh sesak penonton dan sangat meriah
PODJOK untuk kedua kalinya diundang memeriahkan acara karnaval yang kali ini digelar pada Hari Sabtu 27 Feberuari waktu malam hari guna menghindari hujan yang lebih sering terjadi pada sore hari. PODJOK turun dengan pasukan penuh minus beberapa tokoh utama antara lain dr. Didi, Den Baguse Podjok, Mbah Santosa dan Yu Atik.
#2 Sepeda transport Falter sebagai lambang profesi pedagang
Karnaval yang dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali pada jam 18.30 ini, diikuti sekitar puluhan kelompok komunitas di wilayah DIY dengan menampilkan atraksi-atraksi yang sensasional. Kontingen Barongsai muncul cukup fenomenal dengan atraksi naga sepanjang 131 meter. Pasukan Kostrad pun juga tidak ketinggalan dengan menampilkan barongsai hijau loreng.
#3 Komandan Poltas Yogyakarta juga suka onthel.
Sesuai thema acara, PODJOK kali ini menghadirkan sepeda transport Falter yang menggambarkan profesi pedagang yang biasa ditekuni oleh para warga keturunan China. Kemudian tampil juga tiga Podjok Angels yakni Dian, Tia dan Dewi yang tampil dengan busana Jawa. Kontingen Podjok disepanjang perjalanan mendapatkan sambutan hangat meriah dari para warga yang hadir menonton.
#4 Tiga Podjok Angels
Acara berjalan cukup melelahkan karena seringkali karnaval berhenti untuk menunggu atraksi seni barongsai yang sangat memikat. Acara baru selesai sekitar pukul 21.00 WIB, namun demikian para Kerabat Podjok tetap bersemangat mengikuti acara demi kampanye kembali bersepeda untuk masa depan bumi yang lebih baik. (Liputan: Sahid Nugroho)
]]>
#1 Onthelis Podjok selalu tampil beda…klasik tapi asyik…
#2 Wawali Jogja Pak Haryadi Suyuti dan Dandim 0734 Jogja Letkol Aruadji Anwar
#3 Bersiap-siap sebelum Konvoi Sepeda berangkat…
#4 Tokoh pencetus dan penggerak Program Sega Segawe, Walikota Jogja Pak Herry Zudianto
#5 Kerabat Podjok meski Jadoel habis, ternyata tetap digandrungi cewek-cewek…mau?
]]>untukmu JOGJA..
(Towil PODJOK Jgjakarta)
#1 Keakraban tak membedakan kita siapa, namun kapan ngonthel lagi…
#2 KAMPUS BIRU SEBIRU LANGIT KITA..KUPUNYA BANYAK CITA-CITA..
#3 TOWIL dan KATON saling incip-incip sepeda Onthel The Gruno dan sepeda lipat Birdy, keasyikan tiada tara.. tetep tak bisa pindah ke lain hati.
#4 SIMBOL KERABAT PODJOK sekaligus KATON BAGASKARA menjadi Kerabat Podjok Kehormatan. karena visi yang tak berbeda.. AYOO KAYUH BERSAMA..
Semakin Nyata Kita Tak Berbeda. KERAMAHAN JOGJA. KERAMAHAN KITA.
]]>